SELAMAT DATANG SOBAT, JANGAN LUPA SIMPAN ALAMAT BLOG WWW.GRUPSYARIAH.BLOGSPOT.COM SUPAYA SOBAT MUDAH UNTUK BERKUNJUNG KEMBALI DISINI

Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Kenakalan Remaja

Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Kenakalan Remaja | Ideologi dan demokrasi Di indonesia (GS)
BAB I PENDAHULUAN

Remaja adalah harapan dan tumpuan segala orang tua dan remaja adalah generasi perubah bangsa. Dengan remaja suatu bangsa akan menjadi baik apabila pemudanya yang
memipin juga baik, tetapi jika pemudanya jelek moral dan perilakunya pasti Negara
atau suatu masyarakat tersebut akan rusak juga dipimpin oleh remaja yang sudah rusak moralnya.
Diera Globalisasi ini, banyak pemuda yang sering mengalami penyimpangan sosial seperti mabuk-mabukan, berjudi, urak-urakan, ngebut-ngebut dijalanan, menggunakan narkoba, dan sampai pula banyak yang melakukan seks bebas yang tentu saja itu sangat dilarang oleh agama islam. Kita sebagai generasi yang islami harus berfikir rasionalistis agar umat islam ini menjadi lebih baik dan lebih mulia dihadapan dan dipandangan Allah SWT dan tidak menjadi jelek di hadapan Allah.
BAB II PEMBAHASAN
KENAKALAN REMAJA
A.    Definisi Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja adalah semua perubahan anak remaja (usia belasan tahun) yang berlawanan dengan ketertiban umum (nilai dan norma yang diakui bersama) yang ditujukan pada orang, binatang, dan barang-barang yang dapat menimbulkan bahaya atau kerugian pada pihak lain.
B.     Ada beberapa contoh dan gejala kenakalan remaja di desa sari jaya, negara batin kab. Way kanan
Beberapa contoh kenakalan remaja yang harus di hindari di desa tersebut adalah sebagai berikut:
-          Mengebut di jalan, yaitu mengendarai mobil atau sepeda motor di tengah-tengah keramaian kota dengan kecepatan di atas batas maksimal yang banyak dilakukan oleh pemuda belasan tahun.
-          Membentuk kelompok-kelompok dengan aturan yang tidak etis, misalnya kelompok pergaulan seks bebas.
-          Membentuk kelompok-kelomopok yang cenderung kea rah tindakan destruktif, misalnya kelompok tawuran, pemerasan, atau narget (ngompas).
-          Pengedaran gambar-gambar porno di kalangan anak muda, baik dalam bentuk mejalah cabul, cerita porno, maupun gambar-gambar lain yang merusak moral dan mental.
-          Memakai dan memasuki jaringan pemakaian dan pengedaran obat-obatan terlarang.
-          Tindakan-tindakan indisipliner di sekolah, di rumah, dan di tempat-tempat umum, misalnya sering tidak masuk sekolah, tidak patuh kepada orang tua, melakukan tindakan coret-coret atau perusakan di tempat-tempat umum.
-          Melakukan tindakan penyimpangan seksual yang tidak sesuai dengan nilai-nilai serta norma yang berlaku, misalnya pemerkosaan dan kumpul kebo
-          Melakukan tindakan kriminalitas lainnya, misalnya mencuri, merampok, dan membunuh.
Adapun beberapa gejala yang dapat memperlihatkan hal-hal yang mengarah pada kenakalan remaja, yaitu sebagai berikut:
1)      Anak-anak yang tidak disukai oleh teman-temanya baik di sekolah maupun di tempat-tempat bermain sehingga anak tersebut selalu menyendiri. Perilaku demikian, dapat menyebabkan kegoncangan emosi sehingga dapat mengarahkan pada tindakan-tindakan yang melanggar nilai dan norma yang berlaku.
2)      Anak-anak yang suka atau biasa menghindarkan diri dari tanggung jawab di rumah atau disekolah.  
3)      Anak-anak yang sering mengeluh,  dalam arti bahwa mereka mengalami masalah dan tidak sanggup mencari jalan pemecahannya.  Kondisi ini akan menyebabkan  anak mencari jalan kearah yang  sering bersifat negative, misalnya minum-minuman keras, dan menggunakan narkotika untuk menghilangkan masalah yang dihadapi. Akibatnya, kondisi hidupnya makin hancur.
4)      Anak-anak yang mengalami fobia dan gelisah dalam bentuk melewati batas yang berbeda dengan ketakutan anak-anak normal.
5)      Anak-anak yang suka dusta dan bohong. Dusta dengan penyimpangan perilaku ini cenderung mempunyai kaitan yang erat. Suatu kecenderungan umum apabila anak itu mempunyai mental suka dusta atau pembohong, dia akan suka atau sering melakukan tindakan yang menyimpang.

C.    Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Kenakalan Remaja
Faktor yang menyebabkan terjadinya kenakalan remaja secara umum dapat dikelompokan ke dalam dua faktor, yaitu sebagai berikut:
1.      Faktor Intern
a)      Faktor Kepribadian
Kepribadian adalah  suatu organisasi yang dinamis pada system psikosomatis dalam individu yang turut menentukan caranya yang unik dalam menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya (biasanya disebut karakter psikisnya).  Masa remaja dikatakan sebagai suatu masa yang berbahaya. Pada periode ini, seseorang meninggalkan masa anak-anak untuk menuju masa dewasa. Masa ini di rasakan sebagai suatu Krisis identitas karena belum adanya pegangan, sementara kepribadian mental untuk menghindari timbulnya kenakalan remaja atau perilaku menyimpang.

b)      Faktor Kondisi Fisik
Faktor ini dapat mencakup segi cacat atau tidaknya secara fisik dan segi jenis kelamin. Ada suatu  teori yang menjelaskan adanya kaitan antara cacat tubuh dengan tindakan menyimpang (meskipun teori ini belum teruji secara baik dalam kenyataan hidup).  Menurut teori ini, seseorang yang sedang mengalami cacat fisik cenderung mempunyai rasa kecewa terhadap kondisi hidupnya. Kekecewaan tersebut apabila tidak disertai dengan pemberian bimbingan akan menyebabkan si penderita cenderung berbuat melanggar tatanan hidup bersama sebagai  perwujudan kekecewaan akan kondisi tubuhnya.

c)      Faktor Status dan Peranannya di Masyarakat
Seseorang anak yang pernah berbuat menyimpang terhadap hukum yang berlaku, setelah selesai menjalankan proses sanksi hukum (keluar dari penjara), sering kali pada saat kembali ke masyarakat status atau sebutan “eks narapidana” yang diberikan oleh masyarakat sulit terhapuskan sehingga anak tersebut kembali melakukan tindakan penyimpangan hukum karena meresa tertolak dan terasingkan.


2.      Faktor Ekstern
a.       Kondisi Lingkungan Keluarga
Khususnya di kota-kota besar di Indonesia, generasi muda yang orang tuanya disibukan dengan kegiatan bisnis sering mengalami kekosongan batin karena bimbingan dan kasih sayang langsung dari orang tuanya sangat kurang. Kondisi orang tua yang lebih mementingkan karier daripada perhatian kepada anaknya akan menyebabkan munculnya perilaku menyimpang terhadap anaknya. Kasus kenakalan remaja yang muncul pada keluarga kaya bukan karena kurangnya kebutuhan materi melainkan karena kurangnya perhatian dan kasih sayang orang tua kepada anaknya.

b.      Kontak Sosial dari Lembaga Masyarakat Kurang Baik atau Kurang Efektif
Apabila system pengawasan lembaga-lembaga sosial masyarakat terhadap pola perilaku anak muda sekarang kurang berjalan dengan baik, akan memunculkan tindakan penyimpangan terhadap nilai dan norma yang berlaku. Misalnya, mudah menoleransi tindakan anak muda yang menyimpang  dari hukum atau norma yang berlaku, seperti mabuk-mabukan yang dianggap hal yang wajar, tindakan perkelahian antara anak muda dianggap hal yang biasa saja. Sikap kurang tegas dalam menangani tindakan penyimpangan perilaku ini akan semankin meningkatkan kuantitas dan kualitas tindak penyimpangan di kalangan anak muda.


c.       Kondisi Geografis atau Kondisi Fisik Alam
Kondisi alam yang gersang, kering, dan tandus, dapat juga menyebabkan terjadinya tindakan yang menyimpang dari aturan norma yang berlaku, lebih-lebih apabila individunya bermental negative. Misalnya, melakukan tindakan pencurian dan mengganggu ketertiban umum, atau konflik yang bermotif memperebutkan kepentingan ekonomi.         

d.      Faktor Kesenjangan Ekonomi dan Disintegrasi Politik
Kesenjangan ekonomi antara orang kaya dan orang miskin akan mudah memunculkan kecemburuan sosial dan bentuk kecemburuan sosial ini bisa mewujudkan tindakan perusakan, pencurian, dan perampokan. Disintegrasi politik (antara lain terjadinya konflik antar partai politik atau terjadinya peperangan antar kelompok dan perang saudara) dapat mempengaruhi jiwa remaja yang kemudian bisa menimbulkan tindakan-tindakan menyimpang.

e.       Faktor Perubahan Sosial Budaya yang Begitu Cepat (Revolusi)
Perkembangan teknologi di berbagai bidang khususnya dalam teknologi komunikasi dan hiburan yang mempercepat arus budaya asing yang masuk akan banyak mempengaruhi pola tingkah laku anak menjadi kurang baik, lebih-lebih anak tersebut belum siap mental dan akhlaknya, atau wawasan agamanya masih rendah sehingga mudah berbuat hal-hal yang menyimpang dari tatanan nilai-nilai dan norma yang berlaku.

D.    Usaha Pencegahan Atau Pengurangan Tingkat Kenakalan Remaja
Usaha-usaha pencegahan ini bisa dilakukna secara preventif dan repretif. Baik usaha preventif maupun represif dapat dilakukan oleh lembaga pemerintah atau lembaga swasta.
a.       Usaha yang dilakukan oleh pemerintah dapat meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
1)      Penerangan tentang maslah generasi muda
2)      Memberikan sanksi yang tegas
3)      Mendirikan pusat-pusat pelatihan dan rehabilitasi
4)      Mendirikan lembaga-lembaga pendidikan forma

b.      Usaha yang dilakukan oleh pihak sosial dapat meliputi organisasi kemasyarakatan
1)      Mengadakan kegiatan-kegiatan sosial melalui organisasi kemasyarakatan
2)      Mendirikan lembaga-lembaga pendidikan swasta
3)      Mendirikan lembaga-lembaga sosial masyaraka RT dan RW

E.     Usaha Yang Sifatnya Bimbingan
Usaha ini dapat mencakup hal-hal sebagai berikut:
1.      Berusaha untuk mengerti pribadi individu dan anak terus dibimbing agar lebih dapat memahami cirri pribadi dan minatnya dalam menghadapi masa depannya.
2.      Menanamkan kesadaran agar anak bersemangat mencapai hasil sebaik-baiknya dalam kehidupan sehari-hari.
3.      Memberikan simpati atau kasih sayang secukupnya dengan tindakan  berlebihan.
4.      Menanamkan nilai-nilai spiritual atau nilai-nilai agama pada diri anak sebaik mungkin. Untuk masalah ini, yang paling penting dan efektif adalah contoh keteladanan dari orang tuanya sendiri untuk taat dalam beragama.
5.      Menimbulkan sikap mental suka membantu orang lain, atau anak terus dibimbing untuk mempunyai jiwa kepedulian sosial yang tinggi.



BAB III KESIMPULAN
Dari materi diatas yang berjudul kenakalan remaja telah penulis jelaskan maka daripada itu dapat disimpulkan sebagai berikut, Kenakalan remaja adalah semua perubahan anak remaja (usia belasan tahun) yang berlawanan dengan ketertiban umum (nilai dan norma yang diakui bersama) yang ditujukan pada orang, binatang, dan barang-barang yang dapat menimbulkan bahaya atau kerugian pada pihak lain.
Remaja sering mengalami penyimpangan sosial seperti, mabuk-mabukan, berjudi, mengkonsumsi ganja, inek, dan melakukan seks bebas itu semua terjadi karena kurang perhatianya dari pihak keluarga dan kurang tegasnya hukum di Indonesia, faktor lain yaitu dari lingkungan dan masyarakat yang kurang ada perhatian kepada pemuda yang mengalami perilaku menyimpang tersebut jadi semua itu di anggap wajar saja. Padahal semua itu bisa merusak moral dan merusak generasi penerus bangsa jika pemuda-pemuda di masyarakat tersebut tidak di didik dengan tegas dan baik.
DAFTAR PUSTAKA
Taufiq Rohman Dhohiri, Tarsisius Wirtono, dkk, Sosiologi 3, Suatu Kajian Kehidupan  Masyarakat SMA/MA Kelas XII, Yudistira, Bandung:2001
Abu Ahmadi, Ilmu Sosial Dasar, Rineka Cipta, Jakarta: 2009


1 komentar:

  1. hmmm.. memang banyak faktor yang bisa menyebabkanterjadinya kenakalan remaja. yah, semoga ini bisa menjadi PR buat pihak berwajib dan orang tua agar bisa meminialisir trjadinya kenakalan remaja seperti itu.

    BalasHapus

NB: Berikan Komentar yang sopan dan berkenaan dengan Artikel diatas.

Saya mohon maaf jika komentar sahabat dan rekan blogger terlambat di respon Karena banyaknya kegiatan yang mengikat he he he, Silahkan copas asalkan cantumkan juga sumbernya yah...!

Copyright: © 2012- By : Grup Syariah Metro™ Kumpulan Makalah Pendidikan Dan Tempat Berbagi Ilmu Pengetahuan
Design by :Yanku Templates Sponsored by: Tutorial87 Commentcute