A. bab idhofah
Idhofah ialah hubungan antara dua isim dengan mengira-ngira huruf jer serta mewajibkan pada isi yang kedua untuk dibaca jar selama-lamanya (menjadi mudhof illaih). Sedangkan yang pertama disebut dengan mudhof yang harokatnya menurut kebutuhan amilnya.


Mudhof ilaih dibagi menjadi tiga bagian yaitu:




Dikira-kirakan
3.
Mengira-ngira makna huruf `ÏB yakni ketika mudhof ilaih menjadi jenisnya mudhof.

Dikira-kirakan
Adapun hokum tabi’ (kalimat yang mengikuti) sudah diterangkan di dalam bab tabi’ yang ada empat macam yaitu:
- Na’at
- Athof
- Taukid
- Badal
Kalimat isim yang dibaca jar ada tiga macam di tambah dua macam lagi menjadi lima macam yaitu:
- Dijarkan dengan Huruf
- Dijarkan dengan idhofah
- Dijarkan dengan tabi’
- Dijarkan dengan tawahhum
- Dijarkan dengan mujawaroh
B. Syarat-Syarat Idhofah
Syarat-syarat idhofah ada tiga macam yaitu:
Tanwinnya mudhof yang dari (isim mufrod, jamak taksir, dan jama’ muannas salim) harus dibuang. Dan nunnya mudhof dari (isim tasniyah jama’ mudzakkar salim sekaligus mulhaknya) juga harus dibuang. Contohnya:
Mudhof wajib disepikan dari kecuali pada lima tempat, yaitu:
a. Mudhof syibih fi’il yang mudhof ilaihnya kemasukan Contoh:

b. 
Mudhof syibih fi’il yang mudhof ilaihnya dimudhofkan pada isim yang kemasukan contoh:



c. Mudhof syibih fi’il yang ditasniyahkan. Contoh:
d.
Mudhof syibih fi’il yang dijama’kan. Contoh:

C. Macam-Macam Idhofah
Menurut sebagian ulama’ macamnya idhofah ada dua yaitu:
- Idhofah ma’nawiyah/idhofah mahdhah
- Idhofah lafdiyah/idhofah ghoiru mahdhah


Idhofah ma’nawiyah ada empat macam yaitu:
1.
Ma’nawiyah laa miyah

Yaitu idhofah yang menyimpan maknanya huruf jar.
2. Ma’nawiyah bayaaniyah
Idhofah yang menyimpan maknanya `ÏB huruf jar
3. Ma’nawiyah zhorfiyah

4.
Ma’nawiyah tasybihiyah

Idhofah yang menyimpan maknanya huruf jar.
D. Membuang Mudhof


Terkadang mudhof dibuang, akan tetapi mudhof ilaihnya tetap dalam keadaan majrur. Tetapi dengan satu syarat yaitu lafadz yang dibuang (mudhof) mempunyai makna yang sama. Dengan lafazd yang diathofkan kepadanya, seperti perkataan seorang penyair.
Lafad adalah mudhof, yang mudhof ilaihnya di buang. Dan lafadz tersebut masih tetap tidak menerima tanwin. Hal itu diperbolehkan.
E. Membuang Mudhof Ilaih

F. Kalimat Isim Dalam Bab Idhofah
Kalimat isi didalam bab idhofah di bagi menjadi tiga bagian yaitu:
Kalimat isim yang boleh dimudhofkan dan juga boleh tidak di mudhofkan. Seperti lafadz:
Kalimat isi yang tidak boleh dimudhofkan, seperti isim dhamir, isim isyaroh, isim mausul, isim syarat, isim istifham kecuali lafadz
- Kalimat isim yang wajib di mudhofkan, dan ini ada dua macam, yaitu:
a. Wajib mudhof pada lafadz mufrod
b. Wajib mudhof pada jumlah
G. Mudhof Dan Mudhof Ilaih Yang Dipisah
Antara mudhof dan mudhof ilaih boleh dipisah, adapun yang memisahkan mudhof dengan mudhof ilah yaitu:
- Dipisahkan dengan maf’ul bih dari mudhof
Dipisahkan dengan zhorof
- Dipisahkan dengan
- Dipisahkan dengan na’at
- Dipisahkan dengan nida’
H. Mudhof Pada Ya’ Mutakalim

Ya mutakalim tetap dan dibaca kasroh
Ya mutakalim tetap dan dibaca sukun
- Ya mutakalim tetap dan dibaca fatkah
Ya mutakalim dibuang dan dibaca kasroh
- Ya mutakalim diganti ali dan huruf sesudahnya dibaca fatkah
Ringkasny ya’ mutakalim yang menjadi mudhof ilaihnya isim maqshur, isim manqush, isim tasniyah dan jama’ mudzakar salim, itu semua dibaca fatkah.
minta contohnya juga gan biar lebih paham
BalasHapuscontoh"nya tidak ada yg muncul
BalasHapus